Jan 21, 2010

Lesson from "Ammar Bin Yasir"- (Part 3)

Setelah pindahnya Rasulullah saw ke Madinah, kaum muslimin tinggal bersama beliau bermukin di sana. Begitu cepat masyarakat islam terbentuk, dan di tengah-tengah masyarakat islam yang beriman ini Ammar juga mendapatkan kedudukan yang tinggi..





Rasulullah saw amat sayang kepadanya, dan beliau sering memuji keimanan dan ketaqwaan Ammar kepada para sahabat.


Bersabda rasulullah saw
"Diri Ammar dipenuhi keimanan sampai ke tulang punggungnya!..."


Dan sewaktu terjadi salah faham antara Khalid B Walid dengan Ammar, rasulullah saw bersabda
"Siapa yang memusuhi Ammar maka ia akan dimusuhi Allah, dan siapa yang membenci Ammar, maka ia akan dibenci Allah!"




Maka tiada pilihan bagi Khalid B Walid pahlawan islam itu selain segera mendatangi Ammar untuk mengakui kekhilafannya dan meminta maaf.


Suatu peristiwa terjadi pula ketika rasulullah saw bersama para sahabat mendirikan masjid di Madinah. Imam Ali karamallahu wajhah mengubah sebait syair yang didendangkan berulang-ulang diikuti oleh kaum muslimin yang sedang kuat bekerja ketika itu, dan baitnya adalah seperti berikut:


"orang yang memakmurkan masjid nilainya tidak sama...
sibuk bekerja sambil duduk di sini berdiri di sana...
sedang pemalas lari menghindar tertidur di sana..."


Kebetulan waktu itu Ammar sedang bekerja di salah satu sisi bangunan. Ia turut juga berdendang, mengulang-ulang bait syair itu dengan nada yang tinggi.


Salah seorang kawan menyangka bahawa Ammar bermaksud menonjolkan dirinya, hingga di antara mereka terjadi pertengkaran dan keluar kata-kata yang menunjukkan kemarahan. Mendengar itu rasulullah saw murka lantas bersabda:


"Apa maksud mereka terhadap Ammar....?
Diserunya mereka ke syurga, tapi mereka mengajaknya ke neraka....!
Sungguh, Ammar adalah biji mataku sendiri....!"


Jika rasulullah saw telah menyatakan kesayangannya terhadap seorang muslim demikian rupa, pastilah kerana keimanan, kecintaan dan jasa muslim tersebut terhadap islam. Kebesaran jiwa dan dan ketulusan hati serta keluhuran budinya telah mencapai batas dan puncak kesempurnaan...


Demikian halnya Ammar. Berkat nikmat dan petunjuk-Nya, Allah telah memberikan kepada Ammar ganjaran setimpal dan menilai takaran kebaikannya secara penuh. Rasulullah saw menyatakan kesucian imannya dan mengangkat Ammar sebagai contoh teladan bagi para sahabat.


Sabdanya:
"Contohi dan ikutilah setelah kematianku nanti Abu Bakar dan Umar...dan ambillah pula hidayah yang dipakai Ammar sebagai bimbingan!"


To be continue in Lesson from "Ammar B Yasir"-(Part 4)

No comments:

Post a Comment